Mengunjungi Taj Mahal, check!

Open Up India (Part 8)

27 Juli 2018

Pagi hari sekali kami udah bangun untuk segera mengunjungi salah satu icon dunia yaitu apalagi kalau bukan Taj Mahal. Mengunjungi Taj Mahal untuk kami adalah keharusan, yaiyalah karena salah satu dari 7 Wonders, untuk saya alhamdulillah Taj Mahal merupakan checklist ketiga setelah tembok cina dan colleseum. 

Pagi ini kami mulai berjalan kaki menuju pintu masuk, yang jaraknya lumayan jauh (kayaknya kami emang salah posisi menginap). Anehnya tempat pembelian tiket tidak dekat dengan pintu gerbang masuk, jadi kami sudah sampai pintu gerbang, eh ditunjukin tempat beli tiketnya di ujung jalan yang hampir berjarak 2 kilometer jauhnya. Hal ini pun yang akhirnya dimanfaatkan supir tuk-tuk dan angkutan lainnya untuk menawarkan jasa cuman untuk bolak-balik pintu gerbang dan tempat pembelian tiket, duh gak praktis banget! Tapi karena kami masih muda dan mumpung masih pagi juga akhirnya kami memutuskan berjalan kaki bolak-balik.

 Pengunjung Taj Mahal

Pengunjung Taj Mahal

Selesai membeli tiket dan melewati gerbang pemeriksaan (yang ternyata headlamp saya harus dilarang untuk dibawa atau batere nya terpaksa diambil satu) akhirnya kami melihat si Taj Mahal yang megah tersebut, dan meski pagi hari tapi pengunjung sudah membludak! Pengunjung domestik ternyata yang paling banyak saat kami kesana, mungkin tempat ini seperti lokasi "umroh" untuk orang India.

Taj Mahal

Seperti biasa diawali dengan taman besar, lalu masuk ke area utama dimana lantai marmer putih menyambut para pengunjung. Tidak lupa kami harus melepaskan alas kaki, terdapat penitipan sendal namun kami masih belum percaya sepenuhnya, jadilah kami memasukan alas kaki kami kedalam tas. Masuk ke area interior yang lumayan gelap terus gak beberapa lama kita keluar lagi, di area luar kita bisa melihat sekitaran Taj Mahal yang ternyata dikelilingi sungai yang kalau kata traveler lain kalau mau melihat Taj Mahal gratis bisa ke taman yang berada di seberang sungai tersebut.

Agra Fort

Setelah keliling Taj Mahal yang kemegahannya emang gak ada tandingannya, kami lanjut ke Agra Fort yang merupakan sebuah benteng di Agra #okesip. Saat masuk kami disambut sebuah tembok besar yang menuntun alur masuk pengunjung, sebagian besar benteng ini terbuat dari bata merah dan sebagian ruangan menggunakan marble putih. Kita bisa melihat sekeliling Agra Fort lagi-lagi sebuah sungai, gak paham sama sejarah juga. Daripada bengang bengong saya pun memutuskan bermain Pokemon Go, sungguh wasted.

 Agra Fort

Agra Fort

Agra rasanya tidak begitu berkesan, tak banyak cerita seru juga karena yaaa rata-rata udah pada taulah sejarah Taj Mahal dan tempat wisata yang sangat turistik semacam Agra Fort. Akhirnya Nizam menjalankan mobilnya menuju kota tujuan berikutnya yaitu Orchha.

Saat masuk jam makan siang, Nizam berhenti disebuah warung makan, saat ini kami berada disebuah pinggiran kota yang masih tersebar hamparan lahan tandus. Tempat makan ini berada di pinggir jalan dimana disekelilingnya tanah tandus, jadi kayak di film-film kalau digambarkan restaurant di tengah gurun gitu. Kacau nya makan disini adalah banyak banget lalat yang berkeliaran, dan bukan hanya puluhan tapi rasanya ratusan lalat menghampiri tiap meja makan dari restaurant ini. Aneh nya orang lain yang makan di restaurant itu santai aja termasuk pelayan resto nya, sementara kami bertiga hampir kehabisan pikir bagaimana kami bisa menelan makanan bersama ratusan lalat yang mengelilingi kami ini. Setelah ditelaah sepertinya tak jauh dari tempat makan kami ada kandang ternak sepertinya, dan juga udara saat itu panas, jadilah lalat dengan senang hatinya berdansa mencicipi makanan kami.

 Muka Ekal yang Gak Nafsu Makan

Muka Ekal yang Gak Nafsu Makan