Categories


Authors

archive Block
This is example content. Double-click here and select a page to create an index of your own content. Learn more
Mencoba Durian dan Ikan Asap Galala Ambon

Mencoba Durian dan Ikan Asap Galala Ambon

Mencari Damai di Sawai (Part 5)

4th May, 2017

Pagi ini kami dapat sarapan dari Stori Hotel Ambon yang kami pikir sistem prasmanan dengan pilihan roti atau bubur, namun ternyata mereka menyediakan nasi box. Nasi box yang berisi makanan dengan menu seperti makan siang sama aqua gelas sebiji, oke sip. Pagi ini kami cuma punya waktu sekitar empat jam untuk keliling kota Ambon, kami memutuskan untuk berjalan kaki saja, karena menurut peta spot wisata kota Ambon gak jauh dari tempat kami menginap.

 Podium Patung Pattimura

Podium Patung Pattimura

Tujuan pertama adalah Patung Pattimura yang terletak dekat dengan Lapangan Merdeka. Kondisi patung masih bagus namun ya memang terletak di sebuah taman, jadi tak terlihat terlalu megah. Di podium patung tersebut ada relief cerita perjuangan Pattimura, sang pahlawan ternama dari Maluku ini. Lanjut ke Lapangan Merdeka yang berupa lapangan (yakali kolam renang) dengan tulisan "ambon manise" ala I am Amsterdam gitu deh.

Tak jauh dari Lapangan Merdeka kami berjalan lagi ke Gong Perdamaian Dunia, jadi gong ini tuh tersebar di berbagai dunia dan yang buat Indonesia di taro di Kota Ambon ini. Bentuknya sih biasa aja menurut saya kalau dilihat dari segi estetika, saya juga sudah melihat penampakan gong ini di negara lain yang saya pernah kunjungi (anying songong). Yang membuat mulut menganga adalah gong ini dipagerin, terus masuknya pake biaya masuk, padahal dari luar udah keliatan, kami pun mengurungkan niat untuk masuk karena tapak tidak cukup menarik.

 Gong Perdamaian Dunia Ambon

Gong Perdamaian Dunia Ambon

Hal yang membuat saya cukup sedih adalah kurang berkembangnya "wisata kota" kota Ambon. Banyak potensi wisata kota yang tidak dikelola dengan baik dan sulit untuk traveler atau turis meng-apresiasi spot wisata tersebut. Contoh besarnya, sewaktu kami mencari Benteng Victoria yang merupakan benteng bersejarah di Kota Ambon, TERNYATA lokasi-nya di dalam markas TNI yang gak sembarang orang bisa masuk, wadaw!

Setelah kekecewaan demi kekecewaan mencari spot wisata di kota ini, akhirnya Saya dan Citra memutuskan berwisata pasar! Ini salah satu tips asik waktu traveling, karena gudang kultur dari sebuah kota atau wilayah adalah sebuah pasar tradisional. Kami menemukan sebuah pasar yang tak jauh dari area Lapangan Merdeka Ambon, namanya Pasar Ikan Arumbai. Di perjalanan (literaly jalan) ke Pasar Ikan Arumbai, kami melewati deretan pedagang duren, tanpa pikir panjang kami beli duren kecil seharga 10ribu untuk kami berdua, makan ditempat!

Pasar Ikan Arumbai pagi itu meriah total, pedagang menjajakan ikan-ikan yang super besar, pembeli ngantri jalan melewati pembeli lain di jalan nan becek, I feel alive! Kami berdua melewati pedagang Ikan Asap Galala yang membuat kami tertarik untuk membelinya sebagai oleh-oleh keluarga di rumah! Setelah dirasa cukup memborong oleh-oleh kami-pun kembali ke hotel untuk packing dan menuju Bandara Pattimura untuk kembali ke Jakarta.

 Penjual Ikan Asap Galala Ambon

Penjual Ikan Asap Galala Ambon

Perjalanan ke Maluku ini sungguh luar biasa indah untuk Saya dan Citra, melewati pengalaman yang akan kami kenang sepanjang hidup. Road trip Pulau Seram yang super SERAM, menikmati damainya laut dan masyarakat Sawai yang chill to the max, dan pasti untuk Saya pertama kalinya traveling as a couple membuat saya bisa melupakan solo traveling yang selama ini saya geluti, two is a better than one!

Memanjat Gunung Gajah, Pemalang

Memanjat Gunung Gajah, Pemalang

Road Trip Sawai - Ambon

Road Trip Sawai - Ambon