Pengalaman Naik Kereta Ekonomi India

Open Up India (Part 3)

21 Juli 2016

Singkat cerita setelah kejadian runyam kemarin malam, akhirnya pagi ini kami menemukan penginapan yang sejak malam kami dambakan. Penginapannya gak bagus-bagus banget, terkesan nyampah malah. Berada dikawasan perdagangan (baca:pasar) dengna bangunan seperti ruko kalau di Indonesia, lantai pertama toko orang, lantai kedua adalah sebuah lobby, yang waktu kami masuk keadaannya gelap gulita, karena kita juga datang kepagian dimana seluruh staff hotel masih tidur di sofa lobby. Setelah proses check in dengan staff yang merasa kesel dibangunin pagi buta, akhirnya kami mendapatkan kamar kami yang berupa "sharing room" untuk delapan orang, gak berfikir lama dan dengan tubuh yang renta akhirnya kami langsung tidur pagi itu hingga siang hari memaksimalkan jam check out.

Tidur, mandi, dan yang terpenting ngecas HP selesai, jam 12 siang kami check out dari hostel dan menuju tempat wisata pertama kami (rasanya cerita udah panjang banget khan? padahal belum satu pun berkunjung ke tempat wisata, again it is not about the destination). Swaminarayan Akshardham adalah tujuan kami, memilih tempat ini untuk dikunjungi merupakan keputusan dadakan, karena ternyata penginapan kami dekat dengan bangunan ini dan kami memutuskan untuk berjalan yang ternyata cukup JAUH, bahkan dari pintu gerbang sekitar satu kilometer jaraknya.

Swaminarayan Akshardham

Untuk masuk ke area Swaminarayan Akshardham, kita tidak boleh membawa barang-barang elektronik, jadi handphone dan kamera tidak diperbolehkan untuk dibawa, dan jangan coba-coba menyelipkan benda tersebut karena ada pemeriksaan full di pintu gerbang menggunakan metal detektor hingga digrepe2 sama petugas keamanan. Akhirnya kami pun gak punya bukti nyata kunjungan kami kesini.

 Photo by gursimranjot on unsplash.com

Photo by gursimranjot on unsplash.com

Akshardham merupakan kompleks "hindu mandir" atau bisa disebut tempat ibadah orang hindu deh. Nah karena ini merupakan bangunan "baru" yang diresmikan tahun 2005, jadi ya sejarahnya gak banyak-banyak banget tapi pertama kali kami lihat tipikal bangunan di India yang bikin kami tercengang saking bagusnya. Ukiran-ukiran di semua sisi bangunan yang begitu mendetail dan akhirnya kami merasakan kehidupan India pada siang hari untuk pertama kalinya dengan background bangunan yang disekelilingnya terdapat selasar tempat pengunjung bisa duduk-duduk diantara arch yang membingkai siluet.

Kesan damai sangat terasa pada saat kami berkeliling kompleks tersebut, membuat kami lupa peristiwa semalam yang memberikan kesan negatif terhadap negara ini, rasanya saya setuju Akshardham merupakan titik balik kami untuk terus melanjutkan perjalanan India kami. Keyakinan kami akan cerminan bangunan-bangunan di India yang luar biasa indah sudah menunggu untuk kami telusuri. Selanjutnya kami bergegas menuju stasiun dimana kami akan mencoba (untuk pertama kalinya) naik kereta ekonomi dari New Delhi ke Jaipur.

Stasiun di India

Masuk ke area stasiun yang merupakan stasiun antar kota di New Delhi, saya deskripsikan seperti masuk ke Pasar Senen (bukan Stasiun Pasar Senen). Ratusan orang mondar mandir, tatapan tajam ke arah kami beberapa kali, beberapa orang tidur dengan santainya di ubin yang kotor dan hitam, beberapa orang lainnya membawa barang bawaan cukup besar, antrian yang panjang hanya untuk masuk ke area peron, jangan bicara dengan indra penciuman kami yang kami rasa sudah mulai terbiasa.

 Peron Stasiun di India

Peron Stasiun di India

Sebenarnya sistem kereta api di India menurut saya sudah lumayan apik, mengingat begitu banyaknya rute dan pengguna kereta api di negara ini. Tiket yang kami pegang adalah tiket yang telah kami beli online dari jauh-jauh hari, tempat duduk juga telah ditentukan jadi tak perlu berantem dengan orang lain kalau mau duduk, dan selama di India kami tidak sempat melihat kereta yang penumpangnya hingga berdiri di atas gerbong seperti yang banyak diceritakan atau ditakutkan orang-orang.

Kereta kami masih nongkrong di peron, kami memilih sleeper economy train untuk menuju Jaipur yang di temput kira-kira enam sampai delapan jam. Kereta kelas ekonomi tanpa AC ini memiliki tempat duduk tegak yang berhadap-hadapan dengan kapasitas enam orang, karena kami memilih sleeper train namun perjalanan kami tidak di malam hari ya jadi kami hanya menggunakan tempat duduk bagian bawah, dengan beberapa kali saya mencoba tidur sore di bagian atas.

Keadaan Kereta Api di India

Kotor, Lengket, dan Gerah

Mungkin gak cuman di kereta, iklim India utara yang gerah bikin semua benda atau tempat disekeliling kami menjadi lengket keringat dan kotor. Apalagi di gerbong kereta yang hanya mengandalakan kipas angin dan angin dari jendela, jadilah debu kotor ada dimana-mana. Buat kamu yang takut kotor ya pilihan kelas ekonomi di India sama sekali bukan pilihan terbaik.

 Interior Kereta di India

Interior Kereta di India

Ada kejadian lucu di kereta, saat saya merasa angin dari jendela kereta begitu kencang dan karena perjalanan lama dan saya takut masuk angin, akhirnya saya mencoba menutup jendela saya. Ternyata penumpang yang berada didepan saya protes, karena ibu yang menggunakan sari ini bilang "orang India tuh bau, jadi kita suka gak tahan sama bau keringet sendiri, jadi jangan ditutup jendelanya, soalnya gak ada angin jadi bau nya gak terbang".

Pedagang Chai

Kalau kamu belum tau, minuman nasional orang India bukan air putih, tapi adala Chai. Jujur saya juga baru tau chai saat berkunjung ke India, jadi chai itu adalah minuman teh rempah dicampur susu, mungkin kalau di Thailand atau di Asia Tenggara banyak terkenal Teh Susu, nah ini mirip tapi bedanya Chai itu teh nya ada rempahnya yang bikin enak dan anget di perut. Secara pribadi bisa dibilang saya jatuh cinta dengan Chai, hingga saat pulang saya membeli banyak Chai untuk diolah di rumah. Saking me-legenda-nya chai di India, maka tak jarang kalau naik kereta, pedagang Chai itu seliweran tanpa henti, dan saya sering banget beli.

Kesimpulannya setelah seharian naik kereta ekonomi dari New Delhi ke Jaipur, kami merasa enjoy-enjoy aja kok. Gak ada perasaan gak aman selama kami duduk, tidur, ataupun ngobrol dengan tetangga kami yang duduk berhadapan, malah kami banyak bercerita dengan tetangga-tetangga kami sehingga perjalanan tidak terasa lama. Malah ada kejadian lucu saat saya tiduran di bagian atas dan mencoba mengambil gambar selfie, eh ternyata tetangga sebelah seorang bapak-bapak kumisan ikutan nampang di kamera tanpa diundang.

India 4.jpg